Warung Bakmi Jawa Shibitsu Yang Legendaris dan Laris

Bakmi merupakan salah satu makanan yang menjadi kegemaran banyak orang, meskipun makanan berbahan dasar tepung ini bukan berasal dari Indonesia asli. Iya, bakmi merupakan makan berasal dari China sebenarnya, tapi sudah banyak varian pengolahannya diberbagai belahan dunia tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri olahan mie juga bermacam-macam, jika kamu orang Jawa pasti tidak asing dengan yang namanya bakmi jowo atau mie jawa yang menjadi makanan khas daerah Jawa termasuk Yogyakarta sendiri. Ada beberapa olahan mie jawa yang terkenal di Yogyakarta, salah satunya mie jawa di warung Shibitsu.

Apa yang Anda pikirkan ketika melihat atau mendengar kata Shibitsu? Namanya terlihat seperti istilah Jepang bukan? Lantas, apa yang terbayang dalam benak Anda ketika kami menyampaikan mie jawa di warung Shibitsu? Apakah ada yang berpikiran mie jawa ini diolah atau disajikan dalam gaya Jepang? Atau, tempat makannya yang bergaya Jepang? Ada yang berpikiran seperti itu? Wajar saja muncul dugaan seperti itu, tapi warung makan Shibitsu ini sama sekali tidak hubungannya dengan Jepang. Selain disebut sebagai warung Shibitsu, warung ini dikenal juga dengan nama warung Sibisu. Kenapa demikian? Karena beberapa pelayan dari rumah makan ini memang tuna wicara atau dalam bahasa jawanya bisu. Baca juga : Bakmi Jawa Mbah Gito

Bakmi Jawa Shibitshu, sumber ig kinghartono
Bakmi Jawa Shibitshu plus teh poci, sumber ig @kinghartono

Walaupun demikian, warung Shibitsu ini menjadi warung olahan mie yang cukup fenomenal dan legendaris di Yogyakarta. Mengingat, warung ini telah berdiri selama 25 tahun lamanya dan tidak pernah sepi pengunjung. Hal ini dikarenakan olahan mienyabyang enak sehingga banyak digemari oleh masyarakat baik sekitar atau kebetulan para wisatawan yang kebetulan mampir ke Yogyakarta. Bahkan beberapa reviewer warung makan ini menyatakan makan mie di Shibitsu ini membuat bisu karena pengunjung tenggelam menikmati hidangan mie yang disajikan. Warung ini mulai buka pukul 18.00 WIB dan akan tutup ketika telah habis. Jika Anda ingin menyicipi rasa masakan di Shibitsu ini, kami sarankan jangan datang terlalu malam karena bisa kehabisan atau Anda akan merasakan antrian panjang. Atau bahkan, jika antrian terlalu panjang Anda malah diusir sama tukang parkirnya, hehe.

Salah satu yang unik lagi di warung ini adalah penggunaan peralatan dapurnya masih tradisional yaitu menggunakan angklo semacam tungku dengan satu lubang atau istilah lainnya dalam bahasa jawa adalah luweng. Jadi, wajar jika antrian bisa panjang karena proses masaknya cukup memakan waktu. Walaupun begitu, tidak menyurutkan para pelanggan untuk datang dan merasakan masakan di warung ini. Warung Shibitsu terletak di jalan Bantul nomor 106 atau jika dari Malioboro sekitar lima menit, yaitu sekitar 500 meter selatan Warung Pojok Benteng Kulon. Untuk lebih mudah menuju kesana jika anda tidak tahu jalan, bisa menggunakan jasa taxi online atau rental mobil yang anda sewa saat liburan di Jogja.

Harga satu porsi mie Shibitsu sekitar Rp16.000,00 saja. Di sini varian olahannya ada mie godhog alias berkuah dan mie goreng. Sekian ulasan kami, semoga bermanfaat. Jika masih ingin berburu kuliner di Jogja, referensi ini semoga bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.