Informasi Terkait Pedoman Aqiqah Menurut Pandangan Islam

Ketika bayi yang telah ditunggu kehadirannya telah lahir, orang tua segera mempersiapkan segala sesuatunya. Baik berupa barang keperluan bayi seperti popok, selimut, dan juga keperluan bayi lainnya juga mempersiapkan acara yang amat penting yaitu aqiqah.

Memang peringatan aqiqah memerlukan biaya tidak sedikit. Sehingga biasanya para orangtua akan membelanjakan untuk aqiqah sesuai kemampuan. Ada yang menyelenggarakan dan mempersiapkan peringatan aqiqah sendiri mulai dari memasak dan menghidangkannya untuk tamu. Ada pula yang mempercayakannya kepada pelayanan jasa aqiqah supaya lebih praktis dan tidak repot seperti salah satunya jasa aqiqah Purwokerto. Jasa aqiqah ini bisa melayani kebutuhan aqiqah di Purwokerto dan beberapa tempat di Jawa Tengah.

Ada sebagian pendapat mengenai makna aqiqah yaitu salah satu penebus terhadap bayi yang dilahirkan, agar si bayi bisa terlepas dari kekangan jin. Berbagai macam pendapat makna aqiqah dan bagaimana aqiqah menurut syariat islam dibawah ini akan dijelaskan secara rinci, sehingga bisa dijadikan sebagai referensi.

Hukum Aqiqah Menurut Pandangan Islam

Acara Aqiqah, sumber : kumparan.com
Acara Aqiqah, sumber : kumparan.com

Aqiqah adalah salah satu ajaran yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Di dalam Islam hukum aqiqah terbagi menjadi 2 macam, yaitu wajib dan sunnah. Pada umumnya pendapat ini sudah sesuai dengan dalil dan tafsir dari para ulama. Pertama, sunnah. Ada beberapa ulama yang memutuskan hukum aqiqah sunnah.

Pendapat ini didukung oleh mazhab Maliki, Syafi’i, dan Imam Ahmad. Pendapat ini adalah pendapat sangat kuat, yang diterapkan di kalangan umat islam. para ulama ini menjelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, yang artinya jika mampu maka dianjurkan untuk aqiqah. sedangkan jika tidak mampu boleh di tinggalkan.

Kedua, wajib. Aqiqah menjadi wajib karena merujuk kepada dalil yang artinya : “anak-anak itu tergadai dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama”. (HR. Ahmad). Pendapat ini didukung oleh Imam Laits dan Hasan Al-Bashri. Yang berisikan bahwa aqiqah diwajibkan.

Aqiqah menurut pendapat para imam yang mengatakan wajib karena menurut para ulama anak itu tergadai dan jika belum diaqiqahkan maka sang anak tidak akan bisa memberikan syafa’at kepada orang tuanya. Meskipun seperti itu, pendapat ini tidak kuat atau lemah dan ditolak oleh sebagian besar ulama.

Sunnah Aqiqah

Waktu Pelaksanaan Aqiqah Menurut Syariat Islam yang dianjurkan dihari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika ingin berkurban, maka pilihlah hewan yang sehat jasmaninya jangan hewan yang cacat. Hewan yang diqurbankan boleh betina ataupun jantan, usia kambingnya berusia 1 tahun, jika domba maka usianya harus minimal 6 bulan.

Sunnah lain yang dianjurkan saat aqiqah yang terdapat di dalam Kitab Fathul Qarib, Al-Ghazi menjelaskan bahwa memberikan nama pada anak dihari ketujuh, tepatnya saat aqiqah dilaksanakan. dianjurkan memberikan nama dengan nama-nama Islami yang tentunya memiliki makna yang bagus karena pemberian nama adalah salah satu do’a untuk si anak.

Selain memberikan nama bayi, rambutnya harus dipotong, dan bersedekah yang disesuaikan dengan timbangan rambut bayi yang dipotong. Hal ini adalah yang sering dipraktekkan para masyarakat. Memberi nama bayi saat aqiqah dihari ketujuh. Dan menggunting rambutnya. Dan rambutnya ditimbang.

Mencukur Rambut Bayi, sumber : www.babatpost.com
Mencukur Rambut Bayi, sumber : www.babatpost.com

Penimbangan rambutnya ditimbang dengan timbangan emas dan uangnya disedekahkan kepada fakir dan miskin. Hal tersebut menjadi adat bagi yang mengetahuinya. Ini karena dari dulu hal tersebut sudah menjadi kebiasaan para masyarakat yang mengadakan aqiqah dan mengundang para masyarakat setempat untuk turut serta mendoakan sang bayi.

Hewan aqiqah yang telah disembelih kemudian dimasak dan dibagikan kepada kerabat dan tetangga. Aqiqah tentunya memiliki hikmah selama proses aqiqah diantaranya mewujudkan rasa syukur atas karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT. Selain meminta keridhoan Allah, aqiqah bertujuan untuk menjalani sunnah Rasulullah.

Menciptakan momen yang sangat berharga kepada sesama dan mempererat tali silaturahmi. Hal ini adalah salah satu mewujudkan kebahagiaan kepada orang lain juga atas kehadiran salah satu anggota keluarga.

Demikian yang disampaikan mengenai Aqiqah Menurut Syariat Islam jika masih yang meragukan dan belum mengetahui aqiqah itu hukumnya apa dan seperti apa pelaksanaannya, bisa membaca tulisan ini. Semoga dapat bermanfaat menjadi referensinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.