Fakta Unik Sate Klathak khas Pleret

Jogja selain memiliki beragam destinasi wisata alam, juga memiliki beragam masakan kuliner khas. Adanya dua faktor utama penunjang pariwisata yaitu destinasi wisata dan wisata kuliner inilah yang menjadikan perusahaan rental mobil di Jogja menjamur. Salah satu kuliner populer di Jogja yang terkenal selain Gudeg adalah sate klathak khas Pleret yaitu salah satu daerah di Kabupaten Bantul.

Jika membahas sate klathak khas Pleret mungkin yang terbayang dalam benak adalah sate kambing atau sapi yang rasanya sudah biasa di lidah. Tetapi jika belum pernah merasakan sate klathak tidak akan terbayang seperti apa rasanya. Sate klathak sangat berbeda dengan sate biasa. Selain penyajiannya berbeda, bumbu yang digunakan juga berbeda dari sate biasanya.

Sate klathak khas Pleret
Makanan sate merupakan makanan favorit. Sumber Unsplash

Fakta Unik Sate Klathak Khas Pleret

Selain penyajian dan bumbu yang berbeda ternyata ada beberapa fakta unik sate klathak khas pleret yang berbeda dengan sate lainnya. Mungkin karena keunikannya itulah sate klathak khas Pleret menjadi popuer di kalangan penikmat kuliner. Berikut ini fakta unik sate klathak khas Pleret.

Penamaan klathak

Penamaan sate klathak pada kuliner khas Jogja bagian selatan ini tak lepas dari proses aktifitas pemanggangan sate tersebut. Konon nama klathak diperoleh dari suara yang dihasilkan saat memanggang sate kambing muda tersebut. Bunyi ‘klathak-klathak’ daging kambing yang terbakar itulah yang menginspirasi pemberian nama sate klathak.

Warung sate yang berjejer satu dengan yang lain

Keunikan inilah yang bisa jadi tidak ada di tempatlain. Terdapat puluhan warung sate yang berjajar di sepanjang Jalan Imogiri Timur mulai dari selatan Terminal Giwangan ke selatan sampai pasar Wonokromo. Dari banyaknya warung sate yang ada di tempat itu tidak ada satupun yang tutup karena gulung tikar. Itu artinya semua warung sate yang ada laku semua.

Meskipn yang paling populer di daerah tersebut adalah warung sate Kang Bari di Pasar Jejeran dan warung Sate Pak Pong di timur Stadion Sultan Agung akan tetapi banyak warung sate lainnya yang memiliki pelanggan setia. Maka tak heran ketika melewati jalan Imogiri timur di malam atau sore hari selalu saja ada mobil yang terparkir di depan warung sate. Jalan Imogiri Timur adalah jalan menuju ke makam raja-raja di imogiri.

Daging yang empuk dan tidak ada aroma kambing

Meskipun daging yang digunakan adalah daging kambing tetapi tidak ada tekstur kenyal yang menjadikan repot dalam mengkonsumsi sate. Sate klathak terkenal dengan sate yang lunak dan terbebas dari aroma prengusnya kambing.

Agar daging kambing tidak terasa kenyal ketika digigit maka biasnya mengguakan daging kambing yang masih muda. Selain itu daging sebelum diracik dengan bumbu bisa di lumuri dengan parutan nanas terlebih dahulu atau membungkusnya dengan daun pepaya. Hal itu bertujuan agar daging tidak terlalu kenyal.

Bumbu yang minimalis

Sate klathak khas pleret tidak memerlukan bumbu dengan banyak rempah. Bahkan ada yang cukup menggunakan garam saja dan diberi sedikit merica. Meskipun bumbunya tidak menggunakan bermacam rempah akan tetapi rasanya dijamin enak dipadu dengan kuah gulai.

Menggunakan jeruji sepeda

Sate biasanya ditusuk dengan kayu terbuat dari bambu yang dibuat sedemikian rupa. Tetapi untuk sate klathak di panggang dengan menggunakan tusuk dari jeruji sepeda. Dengan menggunakan jeruji sepeda panas yang dihasilkan dari arang akan menyebar ke dalam daging dengan perantara jeruji tersebut sehingga bagian dalam daging menjadi matang.

Mulai merambah ke berbagai daerah

Sate klathak mungkin yang kita tahu adalah di daerah Pleret, Bantul, Jogja. Akan tetapi saat ini sudah bermunculan sate klathak khas Pleret yang ada di berbagai kota besar di Indonesia. Salah satu warung sate klathak khas Jogja di Jakarta adalah warung sate klathak 46d. Warung sate klathak di Jakarta ini bisa kita temui di Jl. Duku Raya No.2, RT.9/RW.6, Kebayoran Lama Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan.

Sate klathak khas Pleret
Penyajian sate klathak. Sumber IG @boysuhartono

Dengan adanya menu sate klathak di warung atau resto di Jakarta maka penggunaan menu masakan sate klathak tidak hanya di Jogja saja, bisa dimungkinkan menu sate klathak ini juga bisa di pesan di penyedia jasa aqiqah di Jakarta ketika akan menyelenggarakan aqiqah.

Itulah beberapa fakta unik mengenai sate klathak khas Pleret yang bisa di sampaikan. Jika penasaran bisa mampir ke kawasan Jalan Imogiri Timur Jejeran, Pleret Bantul. Disana banyak berderat warung sate klathak.Jangan lupa membaca artikel lainnya yang membahas mengenai Gili Trawangan Lombok pada blog ini.

Kuliner Pedas Tradisional Indonesia Paling Populer

Indonesia yang terdiri dari deretan kepulauan memiliki beragam suku dan juga budaya. Dan dari budaya, adat dan kebiasaan masyarakat yang berbeda-beda itu muncul berbagai macam type masyarakat dan juga makanan tradisional. Suku jawa biasa suka yang pedas-manis, begitu pula suku minang suka dengan asin-gurih.

Dari berbagai kuliner tradisional yang ada di berbagai suku di Indonesia ternyata untuk rasa pedas tetap ada di berbagai kuliner tradisional. Karena itulah kuliner pedas tradisional di Indonesia ada beragam macamnya. Mulai dari berbahan dasar daging sampai berbahan dasar cabai. Dan tentu saja dari masing-masing kuliner tersebut masih tetap mempertahankan ciri khas kedaerahan. Untuk masakan jawa pasti ada manisnya dan untuk masakan suku minang pasti ada gurihnya.

Dari beberapa kuliner pedas tradisional Indonesia ini ada yang sudah populer di luar daerah ada pula yang jarang sekali di sajikan atau dijual di daerah lain. Berikut ini kuliner pedas tradisional Indonesia yang berhasil kami himpun.

Kuliner Pedas Tradisional Indonesia
Ayam penyet merupakan olahan populer di Indonesia. Sumber IG @serba_olahan_ayam

 

Kuliner Pedas Tradisional Indonesia Yang Populer

Meskipun sensasi pedas adalah rasa yang mendominasi diantara kuliner berikut ini akan tetapi di tiap kuliner pedas tradisional Indonesia yang ada memiliki ciri khas tersendiri.

Mie Aceh

Jika di Jepang ada mie super pedas bernama Ramen maka Indonesia juga memiliki mie super pedas berasal dari propinsi serambi Mekkah yaitu Aceh. Mie aceh sendiri merupakan mie kuning tebal biasa akan tetapi bumbu khas yang pedas gurih itulah yang menjadikan mie Aceh terasa spesial. Rasa yang spesial ini juga menjadikan mie aceh populer di berbagai daerah lain.

Di dalam kuliner pedas tradisional Indonesia khas Aceh ini terdapat irisan daging sapi, daging kambing ataupun ikan dan cumi. Dengan varian penyajian berupa mie goreng kering yang tidak berkuah, mie tumis dengan sedikit kuah dan mie kuah yang seperti sop dapat memanjakan lidah anda. Jangan lupa mencoba mie ini ketika berkunjung ke Aceh, dan mie ini sudah ada di berbagai daerah.

Ayam Taliwang

siapa yang tak kenal dengan ayam taliwang?. Kuliner pedas tradisional Indonesia ini berasal dari Desa Karang Taliwang, Mataram, Lombok. Konon ayam ini dibuat untuk menyajikan para prajurit dua kerajaan yang akan melakukan perundingan damai di pulau Lombok. Ayam bakar khas Lombok ini pada awalnya dibuat oleh para juru masak kerajaan di Lombok.

Ayam khas suku sasak di Lombok ini berupa ayam bakar yang diberi bumbu khas sehingga rasanya pun khas. Dan cara pengolahannya juga berbeda dengan ayam bakar biasanya. Sajian khas Lombok yang banyak terdapat pada daftar menu restoran di Lombok ini dibuat menggunakan ayam kampung muda sehingga rasanya lebih terasa dan tidak terlalu kenyal.

Sambal Balado

Sambal balado merupakan sambal yang digunakan untuk melumuri dan mengolah kembali bahan yang lain sehingga makanan tersebut terlapisi sambal bagian luarnya. Bahan utama sambal balado adalah cabai giling dan juga bahan rempah-rempah lain. Rasa yang pedas gurih menjadi ciri khas masakan minangkabau. Dan memang sambal balado berasal dari minangkabau.

Proses tumis dalam pembuatan kuliner pedas tradisional Indonesia ini memakai bahan lain semisal ikan, daging, telur rebus dan lain sebagainya sehingga makanan yang dihasilkan penyebutannya menggunakan kata balado. Misalnya telur balado adalah telur yang diproses menggunakan sambal balado, tongkol balado dan lain sebagainya. Jika penasaran bisa pesan di warung makan nasi padang pasti tersedia.

Penyetan atau geprek

Penyetan merupakan makanan khas Jawa timur. Dan sudah populer di berbagai daerah di seantero Jawa. Prosesnya sendiri cukup unik yaitu mencampur makanan semisal ayam goreng ke dalam cobek dan menggepreknya bersama dengan sambal. Itulah mengapa banyak juga yang menyebutnya sebagai geprek karena pembuatannya di penyet atau ditekan bahkan dipukul atau di geprek.

Kuliner pedas tradisional Indonesia khas jawa timur berupa sambal dan proses memasaknya yang unik ini banyak di aplikasikan ke beberapa bahan makanan. Jika di geprek bersama ayam goreng maka namanya menjadi ayam geprek atau ayam penyet. Jika di campur dengan tempe goreng maka namanya menjadi tempe penyet dan seterusnya.

Nasi Bebek Madura

Nasi bebek Madura merupakan olahan khas Madura yang bercitarasa pedas. Dengan pengolahan yang tidak sederhana menghasilkan suatu masakan khas yang benar-benar berbeda dengan masakan lainnya. Proses mengungkep bebek dengan berbagai bumbu rempah dolakukan dalam waktu yang lama sehingga warna bumbu menjadi kehitaman.

Kuliner Pedas Tradisional Indonesia
Bebek Madura yang melegenda. Sumber IG @actaris_ls

Prosesnya sendiri menggunakan minyak yang banyak dan dipastikan daging bebek terendam oleh karena itulah rasa yang dihasilkan merata. Yang sering digunakan sebagai bahan nasi bebek Madura adalah bebek pejantan yang tidak terlalu amis dan berminyak. Karena sensasi rasanya yang enak maka banyak bertebaran warung makan khas bebek Madura di berbagai kota termasuk Jogja.

Demikian kuliner pedas khas Indonesia yang bisa kami himpun. Sebenarnya jika anda berwisata di Jogja maka berbagai jenis olahan yang disebutkan diatas ada di kota wisata Jogja. Kotagede yang terkenal dengan wisata perak Kotagede jika malam hari maka di tiap ruas jalannya bertebaran warung kuliner dan anda bisa menemukan berbagai jenis masakan disana.