Jogja, Macet dan Potensi Wisata Yang Aduhai

Bicara soal Yogyakarta memang seakan tidak ada matinya. Kota yang berukuran sedang ini, tidak mungil namun juga tidak besar ini menyimpan banyak kisah bagi orang yang pernah tinggal disini. Bahkan tak hanya kisah pribadi masing-masing orang, namun Jogja juga sering menjadi salah satu mata rantai perubahan politik di level nasional. Itulah salah satu sisi dimana Jogja memang betul-betul istimewa di mata masyarakat Indonesia.

Kemacetan di Jogja

Namun ada satu sisi yang saat ini membuat masyarakat mulai ‘sebel’ dengan Jogja. Jogja yang dulu asri dan nyaman, berubah menjadi semakin sumpek dengan berjulangnya gedung-gedung bertingkat, baik yang berupa hotel maupun pusat perbelanjaan. Entah sampai kapan proses pembangunan yang di banyak titik sudah ditentang oleh masyarakat kecil ini akan berhenti. Salah seorang sumber yang kami pernah dengar untuk salah satu apartemen baru di jalan Kaliurang, bangunan tersebut di backing oleh orang dalam Keraton Jogja yang membuat para developer pede untuk tetap membangun meski masyarakat sekitar menolaknya.

Tugu, Salah satu landmark Yogyakarta
Tugu Yogyakarta

Sejalan dengan makin banyaknya pusat perbelanjaan dan hotel, kini jalanan di Jogja sudah sering mengalami kemacetan di banyak titik. Ambil contoh ketika kita melewati Plasa Ambarukmo di sore hari setelah jam 16.00 sampai 18.00. Di waktu tersebut jalanan sering sekali mengalami kemacetan. Meski bagi seorang muslim yang baik, adanya kemacetan bisa jadi sarana untuk mengulang-ulang hafalan Al Quran, he he. Tidak perlu khawatir dan gundah gulana.

Potensi Wisata Jogja

Ada gula ada semut, istilah itulah yang agaknya tepat menggambarkan Yogyakarta. Berbagai spot wisata yang menarik membuat pembangunna hotel, apartemen dan pusat perbelanjaan yang kami sebutkan diatas menemukan salah satu benang merahnya. Dahulu kita tidak pernah mengira bukit hutan pinus di Mangunan akan dilirik orang untuk berwisata disana. Kita juga tidak pernah mengira bukit purba Ngelanggeran di Gunung Kidulakan disukai banyak orang.

Jogja, Macet dan Potensi Wisata Yang Aduhai - Pantai Indrayanti sumber ig rayhanfasya23
Pantai Indrayanti sumber ig @rayhanfasya23

Jadi, saat ini jika kita bicara potensi wisata di Jogja, maka tidak melulu pusat perbelanjaan Malioboro dan Keraton Jogja di tengah kota saja. Tidak juga melulu pantai Parangtritis dan Kaliurang saja. Namun ada banyak pilihan mulai dari wisata sejarah, perbukitan, edukatif hingga perbelanjaan yang semakin bervariatif. Maka ini adalah anugerah bagi Yogyakarta. Sehingga banyak muncul usaha seperti usaha sewa mobil di Jogja yang melayani wisatawan dalam dan luar negeri.

Agaknya yang perlu dipikirkan oleh pemerintah dan kalanga akademisi di Jogja adalah mengurai masalah perkotaan semacam macet dan tata kota Jogja. Agar potensi wisata tidak lekang tergerus oleh berbagai rasa tidak nyaman yang muncul dari hal-hal kecil, seperti macet, polusi dan sebagainya. Apalagi oleh hal besar, seperti kriminalitas. Semoga kedepan Jogja menjadi lebih baik.