Hal Buruk Yang Ada Dalam Dunia Wisata di Lombok

Hal Buruk Yang Ada Dalam Dunia Wisata di Lombok, sumber unsplah

Ada baik ada buruk, itulah sunnatullah yang ada di dunia ini. Sampai kiamat nanti pun konsep baik dan buruk akan tetap ada. Termasuk juga dalam dunia wisata di Lombok. Maka tak adil jika kita sekedar menilai yang manis-manis saja dari Lombok tanpa melihat sisi negatif dari dunia wisata Lombok. Selanjutnya kita berikan kesempatan pada pembaca yang budiman sesuai dengan pemahamannya untuk memberikan penilaian. Oh ya, kita disini tidak membahas seputar terorisme lho ya, memang ada pengaruh antara teror dan dunia wisata, namun bukan itu fokus bahasan kami. Ok!

Sebelum kita mulai menilai hal yang buruk / sisi gelap dari pariwisata Lombok, lebih dahulu akan kami ketengahkan konsep baik dan buruk yang kami pahami yang digunakan untuk membedah / menganalisis wisata Lombok. Karena jika standar baik dan buruk kita berbeda nanti tidak akan nyambung dengan bahasan yang kami utarakan. Baik, secara singkat kami memahami bahwa yang disebut baik itu manakala sejalan dengan aturan Islam karena kami muslim, dan yang disebut buruk itu manakala bertentangan dengan aturan Islam. Standar itulah yang kami pakai, maka untuk wisata di Lombok, hal buruk apa saja yang ada disana? Simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

Aurat diumbar

Obyek wisata dalam sistem yang memisahkan agama dan kehidupan saat ini kental dengan orang-orang yang menghamba pada kebebasa individu. Maka berpakaian saat beriwasata dianggap urusan individu. Maka tak heran jika kita melihat ada banyak orang yang membuka auratnya dimana-mana saat berkunjung ke salah satu obyek wisata di lombok. Ambil contoh kasus di Gili Trawangan Lombok, anda akan menemukan banyak wanita dari berbagai belahan dunia memakai bikini disana. Sesuatu yang dalam aturan publik islam yang kami adopsi tidak biperkenankan. Bayangkan jika membawa anak-anak kesana, dan harus menjelaskan hal ini pada mereka. Tentu sangat mengganggu proses pembentukan kepribadian anak kita bukan?

Minuman keras

Adanya banyak tamu wisatawan dari luar negeri memaksa membuat secara sukarela banyak orang untuk menyediakan minuman beralkohol untuk mereka. Karena hal tersebut dianggap sebagai peluang emas mendulang rupiah. Oleh karena itu di berbagai pusat wisata di Lombok, akan ada banyak penjual minuman keras. Hal ini tentu sangat ironis sekali mengingat Lombok adalah daerah yang dikenal dengan pulau seribu masjid. Karena banyak masjid dan kehidupan Islam disini terasa kental.

Hal Buruk Yang Ada Dalam Dunia Wisata di Lombok, sumber unsplah
Ilustrasi miras, sumber unsplah

Transaksi ribawi

Kita memang susah berlepas diri dari debu ribawai saat ini. Namun karena ada banyak daerah wisata di Lombok. Dan adanya banyak tamu wisatawan yang tidak mengadopsi haramnya riba. Hal tersebut membuat praktek riba banyak terjadi di daerah wisata. Mulai dari penggunaan credit card dan yang lainnya. Baca juga : Definisi riba & jenisnya

Kekerasan seksual

Adanya minuman keras yang beredar di pusat wisata Lombok. Serta iklim busana yang amat minim yang dipakai oleh para wisatawan. Membuat banyak terjadi pelecehan seksual di Lombok. Hal ini pernah kami baca disalah satu forum wisata internasional tentang Lombok, salah satunya bisa dilihat disini. Akibat sistem pergaulan yang rusak, serta tidak adanya sistem sanksi yang memadai, membuat orang yang ada di Lombok berani melakukan tindakan amoral tersebut.

Itulah sisi buruk dari dunia wisata Lombok. Bisa jadi ada yang sepakat dengan isi tulisan ini. Namun bisa jadi pula ada yang tidak sepakat. Normalnya jika standar baik dan buruk kita sama, yaitu sejalan tidaknya dengan aturan Islam. Akan sepakat dengan simpulan bahwa hal-hal yang ada diatas adalah keburukan dalam Islam. Terimakasih, silahkan share ke yang lain jika berkenan. Jika ada yang mau disampaikan bisa via kolom komentar yang ada.